Terastangerang.id ,- Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi menggelar aksi massa di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (12/6), dengan mengangkat tajuk #MenujuIndonesiaBangkrut.

Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi salah satu elemen kampus yang turut hadir dalam aksi tersebut. Kehadiran massa UIN Jakarta merupakan tindak lanjut dari hasil Diskusi Publik dan Konsolidasi Mahasiswa UIN Jakarta bertajuk “Bola Liar Kebijakan Prabowo” yang digelar sehari sebelumnya oleh Koneksi UIN Jakarta.

Sejak siang hari, aparat kepolisian telah melakukan pengamanan di sejumlah ruas jalan menuju Bundaran HI. Kondisi tersebut sempat membuat beberapa kelompok massa aksi mengalami kesulitan untuk berkumpul di titik yang telah ditentukan. Namun, secara bertahap mahasiswa dari berbagai kampus berhasil bergabung dan menyatukan barisan di sekitar kawasan Bundaran HI.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan lima tuntutan utama:
1. Stop Pemborosan APBN.
2. Turunkan Harga Kebutuhan Pokok dan BBM.
3. Hentikan Program MBG dan Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
4. Hentikan Militerisme di Ranah Sipil.
5. Menuntut Presiden Prabowo Berhenti Mengelak dan Mengakui Kesalahan Pemerintah.

Koordinator lapangan dari Koneksi UIN Jakarta, Rikza Anung Andita Putra, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam aksi merupakan bentuk tanggung jawab moral masyarakat sipil terhadap jalannya pemerintahan.

“Kami turun ke jalan karena sudah muak dan sangat marah dengan segala kebijakan pemerintah yang tidak lagi menjawab keresahan masyarakat. Kenaikan harga BBM, tekanan ekonomi, persoalan tata kelola anggaran, hingga program prioritas seperti MBG dan Kopdes Merah-Putih yang dipertanyakan publik harus mendapatkan perhatian serius. Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa masih hadir sebagai kekuatan moral yang menjalankan fungsi kontrol terhadap kekuasaan”, ujarnya.

Selain menyampaikan aspirasi melalui orasi, mahasiswa UIN Jakarta dan UPN Veteran Jakarta juga membacakan Pernyataan Sikap yang berisi desakan terhadap pemerintah untuk memperbaiki tata kelola ekonomi nasional, memperkuat kedaulatan energi, mengevaluasi program-program prioritas pemerintah, serta menjaga prinsip demokrasi dan supremasi sipil.

Aksi berlangsung secara tertib hingga malam hari dan mendapat perhatian dari berbagai media yang melakukan peliputan langsung di lokasi. Meski tuntutan yang disampaikan belum memperoleh respons konkret dari pemerintah, mahasiswa menyatakan bahwa gerakan tidak akan berhenti pada aksi kali ini.

Sebagai tindak lanjut, mahasiswa UIN Jakarta berencana menggelar konsolidasi lanjutan guna memperluas basis gerakan serta memperkuat koordinasi antar kampus dalam mengawal berbagai isu kebijakan publik yang dinilai berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. (tim)