Terastangerang.id,- Proyek perluasan jalan raya Kampung Melayu di Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, yang merupakan akses utama antara Kabupaten Tangerang-Kota Tangerang-Bandara Soekarno-Hatta, mangkrak.
Pantauan dilapangan perluasan baru dilaksanakan di Desa Bojong Renged dan Desa Teluknaga dengan pajang hanya beberapa ratus meter dan belum tersambung.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah mengakui, mangkraknya perluasan jalan tersebut disebabkan karena proses pembebasan lahan yang belum selesai.
“Kalau membangun jalannya mungkin murah ya, tapi pembebasan lahan pasti butuh anggaran yang sangat besar, karena yang harus dibebaskan cukup luas, dan pembebasan lahan itu tugasnya Dinas Perkim, kalau kami hanya membangun jalannya, ” ungkap Iwan kepada terastangerang.id, Sabtu (19/7/25).
Namun demikian, Iwan memastikan bahwa Pemkab Tangerang akan terus melanjutkan proyek perluasan jalan tersebut secara bertahan.
“Sekarang ini pak Bupati lagi fokus di Pantura, dan perluasan jalan raya Kampung Melayu akan terus dilanjutkan secara bertahap,” ujarnya.
Ia menjelaskan, perluasan jalan raya Kampung Melayu kemungkinan akan berbelok ke bantaran sungai Cisadane atau ke gili miring dan tembus ke jembatan Kali Baru.
“Nantinya akan ada dua jembatan, supaya tidak ada kemacetan dari arah Pakuhaji maupun sebaliknya,” paparnya.
Untuk diketahui, Jalan Raya Kampung Melayu Teluknaga memiliki peran penting bagi Kecamatan Teluknaga dan wilayah lain di Pantura Tangerang. Sebab, jalan utama ini menghubungkan langsung ke Kota Tangerang dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Meski pembebasan lahan dengan total panjang sekitar 5 kilometer sudah diukur oleh Pemkab Tangerang sejak 2018 lalu. Namun, rencana ini tidak jelas kejuntrungannya.( red)



