Terastangerang.id,- Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid meninjau langsung lokasi terdampak banjir di Desa Lemo, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Rabu (21/1/26).
“Ini adalah bentuk respond cepat dan tindak lanjut atas laporan warga terkait banjir. Kita bersama turun langsung ke lapangan juga untuk melihat secara langsung kondisi yang ada dan mencari akar permasalahan penyebab banjir,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Selain meninjau kondisi wilayah terdampak, Bupati Tangerang bersama rombongan juga menyerahkan bantuan logistik kepada warga yang terdampak banjir di Desa Lemo sebagai bentuk perhatian dan kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat.
Dia menegaskan, bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang akan segera mengambil langkah konkret dan terukur untuk menangani permasalahan tersebut, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
“Hasil temuan di lapangan ini akan langsung kami tindaklanjuti. Besok kami akan memanggil pihak pengembang, mengumpulkan dinas-dinas terkait, serta melibatkan masyarakat untuk duduk bersama mencari solusi yang tepat dan berkelanjutan,” tegasnya.
Dia menambahkan, aspirasi dan keluhan masyarakat yang disampaikan secara langsung tersebut akan menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan ke depan.
“Tadi kita sudah mendengar langsung keluhan masyarakat. Besok akan kita rapatkan dan kita putuskan langkah-langkah ke depan agar ke depan Desa Lemo tidak lagi menjadi wilayah langganan banjir,” imbuhnya.
Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk terus meningkatkan koordinasi lintas sektor guna memastikan penanganan banjir dilakukan secara menyeluruh, efektif, dan berkelanjutan demi kenyamanan serta keselamatan masyarakat.
“Penanganan banjir ini tidak bisa dilakukan sendiri. Koordinasi dan sinergi lintas sektor sangat diperlukan agar solusinya nanti bisa menyeluruh, efektif dan berkelanjutan. Kita akan terus perkuat itu demi kenyamanan serta keselamatan masyarakat,” pungkasnya.
Sebagai informasi, ada beberapa desa di Kecamatan Teluknaga khususnya didaerah pesisir seperti Desa Tanjung Pasir, Tanjung Burung, Tegal Angus, Lemo, dan Muara masih terendam banjir dengan ketigian bervariasi sejak 12 Januari 2026 lalu.
Genangan tersebut terjadi diduga karena buruknya sistem drainase, minimnya area resapan, dan tertutupnya irigasi atau salauran pembuang diwilayah tersebut.(mul)



