Terastangerang.id,— Pembukaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2026 resmi digelar dan akan berlangsung selama lima hari, mulai 26–30 Agustus 2026. Rangkaian acara dibagi dalam tiga skema: dua hari PBAK tingkat universitas, dua hari tingkat fakultas, dan satu hari kegiatan kampung/KKN.

Acara pembukaan dihadiri langsung oleh sekitar 4.500 mahasiswa baru dari lima fakultas, sementara fakultas lainnya mengikuti secara daring. Secara keseluruhan, mahasiswa baru UIN Jakarta 2026 tercatat sebanyak 10.448 orang, termasuk 23 mahasiswa internasional dari berbagai negara.

Rektor : Usung Tema “Cerdas Berteknologi, Bijak Berekologi”

Rektor UIN Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D dalam sambutannya menegaskan bahwa PBAK 2026 mengusung tema “Cerdas Berteknologi, Bijak Berekologi, Wujudkan Generasi Ulul Albab untuk Peradaban Bangsa.” Tema tersebut diterjemahkan lewat gerakan Digital Green, yang memuat dua pesan utama:

Digital,mahasiswa dituntut menguasai teknologi dan kecerdasan buatan sebagai sarana memperluas ilmu pengetahuan dan memberi manfaat bagi masyarakat.
*Green, kemajuan teknologi harus berjalan seiring kesadaran ekologis dan tanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan.

Rektor juga menekankan pentingnya membangun budaya akademik yang sehat, jauh dari perundungan, kekerasan, intoleransi, dan diskriminasi, sekaligus mendorong mahasiswa aktif dalam organisasi, penelitian, dan kegiatan sosial.

Ketua Ombudsman RI: Tiga Modal Wajib Mahasiswa Baru

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Ombudsman RI H. Nuzran Joher, S.Ag., M.Si. menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Integritas untuk Negeri.” Ia menjelaskan bahwa Ombudsman RI bertugas mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik, baik di tingkat pusat, provinsi, kabupaten, maupun kota, termasuk lembaga BUMN/BUMD dan swasta yang menggunakan anggaran APBN/APBD.

Nuzran menegaskan bahwa teknologi tanpa integritas akan melahirkan kejahatan siber, sementara kepedulian lingkungan tanpa keberanian hanya akan melahirkan pembiaran terhadap kerusakan alam.

Kepada ribuan mahasiswa baru, ia menitipkan tiga pesan utama yakni ; Peduli,tidak egois dan tidak apatis terhadap lingkungan sekitar, termasuk peduli terhadap isu sosial dan lingkungan kampus, seperti hemat energi dan mengurangi sampah.

Berani, berani menyatakan yang benar itu benar dan yang salah itu salah, termasuk menolak segala bentuk kecurangan akademik seperti plagiarisme dan titip absen.

Hadir,tidak diam ketika melihat maladministrasi atau pelanggaran hak mahasiswa, karena diam adalah bentuk pembiaran terhadap ketidakadilan.

“Penegakan integritas harus dimulai dari kampus, karena kampus adalah laboratorium utama pembentukan generasi yang berintegritas bagi bangsa,” tukasnya. (abe)