Terastangerang.id, – Melalui program Kampung Adidaya yang berfokus pada pertanian hortikultura dan wisata edukasi, kelompok petani di Desa Salembaran Jati, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, sukses meraup cuan hingga puluhan juta rupiah.
Ketua KSM Kali Cabang, Samsudin mengatakan, budidaya melon yang menggunakan sistem greenhouse modern ini merupakan binaan dari CSR PIK2.
“Saya mulai dibina sejak akhir 2023. Berkat CSR PIK2, kami bisa membangun dua greenhouse dengan ribuan tanaman melon. Alhamdulillah, hasil panennya bisa menghasilkan omzet hingga puluhan juta rupiah,” kata Samsudin, kepada terastangerang.id, Selasa (9/12/25).
Ia menjelaskan, pendampingan yang diterima tidak hanya berupa bantuan fasilitas, tapi juga mendapatkan pelatihan budidaya, akses untuk studi bersama mahasiswa pertanian, hingga kunjungan rutin dari akademisi dalam maupun luar negeri.

Lebih jauh Samsudin menceritakan, usahanya tersebut juga mampu mempekerjakan warga sekitar.
“Tak hanya menjual hasil panen, kami juga mulai mengembangkan usaha tambahan berupa produksi media tanam,” paparnya.
Kata Samsudin, melon varietas Sweet Net 9 menjadi unggulan yang bisa dipanen dalam 65 hari masa tanam, dan satu kali panen bisa menghasilkan 5 kuintal hingga 8 kuintal.
Yang menarik, pemasaran dilakukan dengan konsep wisata petik buah langsung dari kebun. Pengunjung bisa memilih dan memetik sendiri buah melon favorit mereka.
Harga yang ditawarkan juga terjangkau, yakni Rp30 ribu per kilogram, sambil menikmati suasana kebun yang asri.
“Dulu lahan ini kosong, jadi tempat pembuangan sampah. Sekarang orang datang untuk wisata dan membeli melon. Tanpa perlu tengkulak, hasil panen pun langsung terserap,” pungkasnya. (*)



